Friday, October 7, 2016

Merancang Produk, Pengemasan Kerajinan Hias, Layak Jual dari Limbah, Kerajinan dari Batok Kelapa

Merancang Produk dan Pengemasan Kerajinan Hias Layak Jual dari Limbah

Guna kepentingan penjualan atau usaha, kerajinan hias dari limbah perlu kemasan yang menarik. Pengemasan berguna untuk membuat produk menjadi layak-jual. Selain dari pengemasan, daya tarik produk kerajinan yarig Utama adalah desain produk. Dengan demikian maka produk kerajinan baru bisa dikatakan sebagai produk yang layak jual.

Sebelum mempelajari tentang rancangan produk dan pengemasan kerajinan hias layak jual dari limbah, coba kerjakanlah kegiatan berikut dengan jujur dan bertanggung jawab.

Lakukan Kegiatan Berikut dengan Langkah-langkah sebagai berikut.
  1. Cari dan amati lah salah satu artikel tentang desain dan pengemasan kerajinan hias dari limbah!
  2. Ajukanlah beberapa pertanyaan pada gurumu dengan santun mengenai hal yang belum kamu pahami pada artikel tersebut!
  3. Coba carilah informasi tambahan sehubungan dengan artikel yang kamu amati dari buku atau di google!
  4. Lakukan diskusi untuk mengidentifikasi desain dan pengemasan kerajinan hias dari limbah pada artikel!
  5. Buatlah identifikasimu dalam bentuk slide yang menarik dan kreatif!
  6. Setelah selesai, presentasikanlah hasil kerja kelompokmu di depan kelas dengan disiplin dan santun!
Setelah menyelesaikan kegiatan di atas, kamu telah menambah wawasanmu mengenai desain dan pengemasan kerajinan hias dari limbah. Kamu juga telah melatih berhasil mengidentifikasi kerajinan dengan percaya diri dan bertanggung jawab.

Simaklah materi berikut untuk memperdalam pengetahuanmu mengenai desain dan pengemasan kerajinan hias dari limbah.

Desain Produk dan Pengemasan Kerajinan Hias dari Limbah

Kerajinan merupakan produk yang identik dengan nilai keindahan dan hiasan. Hampir semua masyarakat menyukai produk kerajinan. Keindahan kerajinan dapat terlihat dari desain maupun pengemasannya.

Desain produk kerajinan merupakan susunan atau tatanan untuk menghasilkan kerajinan yang indah dan dapat digunakan. Desain kerajinan dapat diterapkan pada desain struktur (proses pembuatan) atau desain permukaan (setelah pembuatan kerajinan).
a. Desain Struktur

Desain struktur adalah desain dari konstruksi kerajinan itu sendiri, baik yang berwujud kerajinan berbentuk kotak, berwarna merah, berukuran mini, bertekstur halus atau kasar. Dalam desain struktur, melibatkan unsur desain seperti garis, bentuk, warna, ukuran, maupun tekstur.
b. Desain Permukaan

Desain permukaan ditujukan untuk memperkaya corak permukaan kerajinan. Penambahan bahan lain yang ditata membentuk ornamen atau dengan lukisan.
Perhatikanlah beberapa contoh desain kerajinan hias berikut untuk mengidentifikasi desain strukstur dan desain permukaan.
Kerajinan dari Batok Kelapa
Berdasarkan kedua gambar di atas, kerajinan dari batok kelapa memiliki corak dengan bentuk lubang-lubang. Lubang tersebut diciptakan bersamaan dengan proses pemasangan konstruksi kerajinan. Sedangkan pada kerajinan kaleng bekas, keindahan kerajinan terlihat dari lukisan warna-warni yang dibuat seteiah selesai membersihkan kaleng.

Sedangkan pengemasan kerajinan hias dari limbah merupanan cara atau upaya untuk mengemas produk agar memenuhi standar tertentu. Pengemasan meliputi kemasan produk hingga pengemasan distribusi produk. meski terbuat dari bahan yang sudah terpakai, kerajinan dari limbah tetap memiliki nilai jual. kemasan berfungsi sebagai pelindung produk dan juga sebagai informasi.

http://www.senikary.com/2016/10/merancang-produk-pengemasan-kerajinan.html

Daya Jual Produk Kerajinan Hias dari Limbah

Tujuan dari desain dan kemasan yang baik adalah untuk meningkatkan daya jual. Daya jual kerajinan merupakan kemampuan produk kerajinan untuk dijual dan memenuhi kebutuhan konsumen. Daya jual produk kerajinan hias dapat ditakar dari kreativitas dan inovasi pada produk yang dihasilkan. Beberapa hal yang dapat dilakukan guna meningkatkan daya jual produk kerajinan di antaranya:

a. Peningkatan permodalan. Modal berfungsi untuk biaya penyempumaan, pengaturan, pembinaan, perbaikan mutu dan pengembangan usaha serta peningkatan produktivitas perajin kerajinan hias.
b. Peningkatan kualitas desain produk. Kualitas produk yang sesuai dengan standar pasar akan banyak dicari oleh konsumen.
c. Membuat kreasi kerajinan hias dari limbah. Pembuatan kerajinan hias dari bahan limbah yang bervariasi semakin membuka peluang daya jual. Hal ini karena kerajinan dari bahan limbah mampu memenuhi berbagai kebutuhan konsumen.
d. Peningkatan pengetahuan, wawasan dan keterampilan perajin. Perajin merupakan pelaku dan penggerak lahirnya sebuah karya kerajinan hias. Produk kerajinan yang berkualitas dan mempunyai daya jual tinggi lahir ditangan perajin.
e. Manajemen kendali mutu; Kendali mutu merupakan aktivitas mengawasi dan menjaga mutu barang sesuai persyaratan desain atau sesuai syarat yang ditentukan pemesan. (Tim Penyusun.l998:24). Pengendalian mutu dilakukan mulai dari pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga penyortiran hasil produksi guna meminimalisir produk yang cacat.

Peluang Usaha Produk Kerajinan Hias dari Limbah 

Kerajinan hias dari limbah dapat dibuat oleh siapa saja. Hasil kerajinan tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau sebagai usaha sampingan. Sebelum memulai usaha kerajinan hias dari bahan limbah perajin atau wirausahawan har^is melakukan analisis terlebih dahulu. Hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi usaha, resiko, dan kemnungkinan keberhasilan dan kegagalan usaha. Analisis meliputi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman usaha yang akan diciptakan baik dari segi perusahaan maupun produk yang dihasilkan. Analisis tersebut dikenal dengan analisis SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, Threats)
a. Kekuatan/Strength; berisikan kekuatan atau kelebihan yang dimiliki oleh sebuah usaha. Contoh: Memiliki banyak perajin ahli dan produk kerajinan yang unik dan belum pernah ada.
b. Kelemahan/Weafcness; merupakan kelemahan atau kekurangan dari usaha. Contoh: Sulit mendapatkan bahan baku limbah.
c. Peluang/Opportunity; kesempatan atau peluang dari faktor luar. Contoh: Rendahnya tingkat persaingan kerajinan hias yang sejenis, meningkatnya ketertarikan masyarakat pada kerajinan hias dari limbah.
d. Ancaman/Threat; hal yang dapat dialami dan menyebabkan kerugian bagi usaha. Contoh: Muncul produk serupa ketika produk laku di pasaran dan menyebabkan harga jual menurun.

Merancang Desain Produksi dan Pengemasan Kerajinan Hias dari Limbah 

Proses perancangan produk dan pengemasan kerajinan hias dari limbah dilakukan melalui tahap berikut.

a Menentukan ide; semua ide kerajinan hias dari limbah yang didapat ditulis pada kertas kosong.
b. Mengembangkan ide; buat sketsa dari beberapa ide yang paling menarik. Kembangkan dengan menentukan jenis, fungsi, bahan, teknik, dan prosedur pembuatan kerajinan.
c. Menyempurnakan ide; pilih salah satu dari beberapa ide. Kemudian buat rancangan berupa pola, ukuran, bahan, teknik pembuatan dilakukan pada tahap ini, ragam hias, segmen pasar. Gambar pula hasil keramik yang dimaksud.
d. Mewujudkan ide; tahap ini dilakukan pembuatan kerajinan keramik sesuai dengan tahap yang telah ditentukan.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.