Saturday, February 27, 2016

Apresiasi Keunikan Seni, Apresiasi Aktif, Apresiasi Pasif, Teknik Pembuatan Karya Seni, Karya seni Dua Dimensi, Karya Seni Tiga Dimensi

Apresiasi Keunikan Gagasan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat


Apresiasi Keunikan Seni

Apresiasi Keunikan Seni

Dalam rangka meningkatkan Apresiasi masyarakat terhadap karya seni, maka perlu diadakan peningkatan pemahaman mereka melalui berbagai kegiatan dan pendidikan seni. Kata Apresiasi dalam bahasa Inggris adalah Appreciate yang berarti menghargai atau menilai. Apresiasi sangat penting peranannya bagi siswa sebagai sarana untuk memacu semangat mereka dalam menumbuhkan kepekaan esteris, kreativitas, belajar menghargai karya seni, menghargai karya orang lain, serta melatih mereka untuk membangun rasa kecintaan dan keaktifan dalam berbagai macam kegiatan seni.

Apresiasi ini timbul setelah melihat serta mengamati berbagai bentuk karya seni yang diciptakan, diantaranya termasuk karya seni rupa terapan daerah setempat. Dalam kegiatan Apresiasi bisa berupa apresiasi aktif dan apresiasi pasif.  Seorang seniman yang selalu aktif menciptakan suatu karya maka disebut sebagai apresiasi Aktif, sedangkan masyarakat yang bertidak sebagai pengagum atau pecinta seni ataupun sebagai pengamat karya seni, maka mereka di golongkan kepada apresiasi pasif.

Seni rupa terapan daerah setempat dengan segenap keunikan gagasan yang ada di dalamnya, perlulah kiranya mendapat apresiasi, baik secara aktif maupun secara pasif. Gagasan tersebut merupakan awal dari suatu proses penciptaan karya seni, termasuk juga di dalamnya karya seni terapan daerah setempat yang di ciptakan berdasarkan nilai guna atau fungsi dengan tidak mengesampingkan nilai - nilai seni di dalamnya. Maka dari itu dari setiap masing-masing daerah mempunyai keunikan dan kekhasan tersendiri di dalam teknik ataupun bahan yang digunakan untuk menghasilkan sebuah karya seni yang unik.

Teknik Pembuatan Karya Seni Rupa Terapan Daerah Setempat

Adapun teknik yang di pakai dalam pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat umumnya masih secara tradisional yang dibuat dengan menggunakan keterampilan dan kepiawaian tangan. Misalnya saja dalam proses pembuatan sebuah keramik, seorang pengrajin keramik cukup menggunakan teknik putar dengan menggunakan alat yang terbuat dari kayu. Pengrajin karya seni ukir kayu cukup menggunakan pahat sebagai alat untuk mengukir kayu. Teknik pembuatan karya seni rupa terapan daerah setempat ini terdiri atas karya seni rupa dua dimensi dan tiga dimensi.

No comments:

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.