Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2 | Fauvisme | Kubisme | Surealisme | Abstraksionisme | Futurieme | Dadaisme (1916) | Aliran Pop | Aliran Optim dan Kinetik

Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2


Perkembangan kebebasan pribadi dalam membuat karya seni, sangat erat dengan kebijakan politik yang berkembang. Kebebasan bereksperimen, kebebasan mengungkapkan ide dan gagasan melahirkan pro dan kontra. Pemberitaan tentang penemuan-penemuan, begitu menarik untuk dibicarakan para pengamat seni.

Berita-berita tentang perkembangan seni tidak terlepa dari peranan kritikus-kritikus yang membesarkan nama-nama seniman hingga sangat terkenal, hingga akhirnya karya tersebut menjadi suatu kebanggaan bagi kolektornya.

1. Fauvisme


Dalam usia yang tidak lama sekitar 5 tahun, aliran ini telah membuat sensansi yang luar biasa, karena pengaruhnya pada kebebasan pada abad 20. Dasarnya adalah "Cinta Melukis", sehingga tidak menuntut pengertian apa-apa. Kelompok radikal ini terdiri dari Henri Matisse, Derain, Vlaminck, Rousult, Rfiez, Marquet, Van Dongen, dan Dufy.


2. Kubisme

Dengan mendapat pengaruh dari bapak pelukis modern, Cezane pada tahun 1907, lahirlah pelukis Georges Brague (Prancis) dan Pablo Picasso (Spanyol) yang kemudian menjadi tokoh aliran kubisme.
Dalam perwujudannya ada dua teknik, yaitu :
  • Kubisme Analitik : memecah obyek menjadi bentuk-bentuk geometris.
  • Kubisme Sintetik : membentuk obyek dari bentuk-bentuk geometris.

Tokoh-tokoh lain dari aliran ini : Juan Gris, dan Firnand Leger.

3. Surealisme

Didasari oleh teori ilmu jiwa dari Freud tentang alam pikiran manusia, yaitu adalah alam sadar dan tidak sadar - sesuatu yang sudah terlupakan kadang muncul kembali dalam ingatan (alam sadar). Dalam aliran Surealisme, dunia nyata dan dunia tidak nyata berpadu dalam suatu karya seni yang menakjubkan, terkadang terasa berada di alam mimpi yang fantastik.

Menurut bentuknya surealisme dapat dibagi 2, yaitu :

a. Surealisme Fotografi, yaitu penggambaran yang realistik meskipun tidak wajar dengan para penganutnya :
- Salvador Dali (Spanyol)
- Yves Tangguy (Perancis)
- Max Ernst (German)
- Odilon Redon (Perancis)
- Marc Chagall (Rusia)

b. Surealisme Amorphic: mendekati lukisan abstrak tanpa didikte alam pikirannya, dengan para penganut :
- Joan Miro (Spanyol 1933)
- Andre Masson (perancis)

4. Abstraksionisme

Dalam hal ini ada dua pengertian, yaitu :
a.  Mengambil suatu unsur atau bagian suatu obyek/abstraksi dari paham Kubisme.
b. Non-Obyektivisme, yaitu tanpa hubungan dengan bentuk alam, dan inilah yang dimaksud Abstraksionisme, yang didalamnya teradapat :
- Ekspresionisme Abstrak dengan tokohnya Wessily Kandinsky.
- Abastraksionisme Geometrik dengan tokohnya Piet Mondrian.

5. Futurieme


Aliran ini lebih menonjolkan "gerak" dalam lukisannya, misalnya dengan pengulangan bentuk dengan warna-warna yang terkontrol baik, sehingga terasa berkesan gerakannya maju. Tokohnya: G. Balia, Duchamp, dan Boccioni.

6. Dadaisme (1916)


Aliran ini seolah menampakkan anti soni. Mercka hanya membuat Kejutan baru (sensasi), tetapi dalam usia yang tidak lama, misalnya peniruan Monalisa yang dibubuhi kumis, susunan karcis bis yang sudah usang, kelopak mata yang robek, pemotretan yang dikerat-kerat secara mengerikan, dan kancing-kancing yang copot.

Aliran ini muncul akibat Perang Dunia I, yang membuat para seniman tampak kecewa, bahkan putus asa dengan meletusnya perang tersebut, terutama para seniman bangsa Jerman. Hal ini menjalar terus ke seluruh dunia, baik Perancis, dan Amerika. Tokoh-tokoh aliran Dadaisme:

- Marcel Duchamp (pameran Dadaisme tahun 1914)
- Tristan Tzara (Rusia)
- Hans Arp (Perancis)

7. Aliran Pop

Aliran ini berpandangan untilk masa kini dan masa yang akan datang; merupakan fakta dari kehidupan modern.

Contoh seniman aliran Pop berikut karyanya antara lain:
- Tom Wasselman dengan lukisan kamar mandi dan kakus.
- George Segall, "Patung Rock & Roll" dari Gips.
- Yoseph Beny S. dengan bekas cat yang dipagar.

Aliran ini mula-mula berkembang di Amerika Serikat tahun 1956 dengan nama "Popular Images". Dalam proses penciptaannya mereka memanfaatkan barang-barang bekas, seperti botol kecap, sepatu, dan barang-barang rongsokan.

8. Aliran Optim dan Kinetik


Pengulangan bentuk geometris atau garis-garis yang teratur rapi dan terperinci, dan kadang lukisan tampak menonjol ke luar atau menjolok jauh ke dalam inilah gambaran sepintas dan hasil lukisan yang beraliran Optik.

Lukisan ini tidak menuntut pengertian para penikmat lukisan. Bcntuknya cukup sederhana sekali, namun diproses secara ilmiah hingga tampak unik dan menarik, tidak jarang memukau penonton karena rasa penasaran terhadap hasil pandangannya yang seolah tidak yakin keadaannya. Tidak lama kemudian tersebarlah jenis poster dan produk tekstil yang berupa hiasan dinding, karpet, dan gordening.

Lukisan Aliran OP atau OPTICAL ART berkembang tahun 1960 sejak pameran "The Responsive Eye" yang diselenggarakan di New York, Amerika Serikat.
Tokohnya:
- Vasarely (seniman Perancis kelahiran Hongaria)
- Richard Anus Zkieuwiez
- Yulian Stanczak
- Andy Warkol

Aliran ini sangat bertentangan dengan lukisan Jakson Pollock dan W. de Kooning yang menggunakan teknik "Kaleng Bocor". Namun, secara fisik, Optik merupakan kelanjutan dari Abstrakisme geometric-nya Piet Mondrian dan aliran Futurisme.

0 Response to " Perkembangan Aliran Modern Tahap Ke-2 | Fauvisme | Kubisme | Surealisme | Abstraksionisme | Futurieme | Dadaisme (1916) | Aliran Pop | Aliran Optim dan Kinetik "

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

TotalPing | Google Ping | Ping Blog Search | Add Url | Google Master | Bing Master | Site Value | Seo Jerman | Riset Keyword | Keyword Planner