Perkembangan Seni Rupa Murni Mancanegara di Luar Asia, Seni Rupa Mesir, Eropa Klasik, Yunani
Keyword Utama
-
Seni rupa murni mancanegara
-
Perkembangan seni rupa di luar Asia
-
Seni rupa Mesir kuno
-
Seni rupa Eropa klasik
-
Seni rupa Yunani
Keyword Turunan & LSI
1. Seni Rupa Murni Mancanegara
-
Pengertian seni rupa murni
-
Ciri-ciri seni rupa murni
-
Fungsi seni rupa murni dalam budaya mancanegara
-
Contoh karya seni rupa murni luar Asia
-
Perbedaan seni rupa murni dan seni rupa terapan
2. Seni Rupa Mesir
-
Sejarah seni rupa Mesir kuno
-
Ciri khas seni Mesir (patung, relief, hieroglif)
-
Fungsi religius dan budaya seni Mesir
-
Contoh karya seni Mesir terkenal
-
Warisan seni Mesir bagi dunia
3. Seni Rupa Eropa Klasik
-
Seni klasik Yunani dan Romawi
-
Ciri-ciri seni rupa klasik Eropa
-
Tokoh penting dan karya terkenal
-
Fungsi dan nilai estetika seni klasik
-
Hubungan seni klasik Eropa dengan filosofi dan mitologi
4. Seni Rupa Yunani
-
Keunikan seni Yunani kuno
-
Patung, arsitektur, dan lukisan Yunani
-
Teknik realistis dan proporsi dalam seni Yunani
-
Hubungan seni Yunani dengan budaya dan pendidikan
-
Perkembangan seni Yunani sebagai dasar seni Eropa modern
5. Perbandingan dan Apresiasi
-
Perbandingan seni Mesir, Yunani, dan Eropa klasik
-
Analisis bentuk, tema, dan teknik seni rupa murni
-
Nilai estetika dan budaya masing-masing periode
-
Pengaruh seni rupa luar Asia terhadap seni dunia
-
Cara mengapresiasi karya seni rupa mancanegara
Keyword Pendukung (SEO LSI)
-
Sejarah seni rupa dunia
-
Ciri khas seni klasik dan Mesir kuno
-
Teknik pembuatan patung dan relief
-
Warisan seni rupa luar Asia
-
Apresiasi karya seni murni mancanegara
Perkembangan Seni Rupa Murni Mancanegara di Luar Asia
Seni rupa Mesir
Relief dan seni lukis Mesir banyak ditemukan pada dinding-dinding kuburan dan peti mati. Peninggalan lainnya berupa benda-benda kriya, seperti tembikar, perhiasan, dan mahkota.
Seni rupa Eropa Klasik
Perkembangan seni rupa di Eropa diawali dari seni rupa Yunani, Romawi, Helenis, hingga abad pertengahan. Peninggalan-peninggalannya berupa seni bangunan, patung, relief, seni lukis, dan seni kriya.
a. Seni Rupa Yunani
Karya seni rupa yang berkembang di Yunani, antara lain seni bangunan dan seni kriya. Seni bangunan Yunani kebanyakan berbentuk istana serta bangunan megah lainnya. Seni lukis Yunani bercorak dekoratif dengan objek alam. Seni patungnya terbuat dari batu pualam dan kayu.
Karya seni rupa yang dihasilkan di Romawi, antara lain seni bangunan, seni relief, seni lukis, dan seni kriya. Seni bangunan Romawi, di antaranya berupa tempat pertunjukan dan tugu. Peninggalan seni kriyanya berupa bejana, vas bunga, dan kerajinan logam. Seni lukis Romawi adalah hasil gabungan seni lukis Mesir dan Yunani yang dibuat dengan teknik mozaik. Seni patungnya merupakan peniruan gaya Yunani dan seni reliefnya kebanyakan bertema sejarah.
c. Seni Rupa Hellenis
Pada zaman Hellenisme (336-323 SM) terjadilah akulturasi kebudayaan antara Yunani, Mesir, dan Persia. Perpaduan kebudayaan ini melahir-kan kebudayaan Hellenis yang berpusat di Kota Pergamon dan Rhodos. Corak patung potret gaya Hellenis pada dasarnya bersifat realis.
d. Seni Rupa abad Pertengahan
Sejak bersatunya kembali daerah bekas kekuasaan Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5, dominasi kekuasaan gereja (Nasrani) telah membuat ilmu pengetahuan dan kesenian dimanfaatkan untuk kepentingan religi. Pada masa ini, kreativitas para seniman tidak berkembang.
Seni rupa zaman Renaissance
Zaman Renaissance merupakan peralihan antara abad partengahan ke abad modem, yang berlangsung pada akhir abad ke-15 hingga ke-16. Pada zaman ini, seni rupa sastra, dan musik berkembang pesat. Ilmu pengetahuan dan seni pada saat itu mulai dikembangkan oleh tokoh-tokoh besar, di antaranya Leonardo da Vinci, Michelangelo Buonarroti, dan Galileo Galilei.
Seni rupa Barok dan Rokoko
Setelah zaman Renaissance, muncullah gaya seni rupa Barok pada abad ke-16 dan Rokoko pada abad ke-17. Ciri-ciri seni rupa zaman Barok, antara lain bersifat dimartis. heroik, serta kaya cahaya dan warna. Gaya seni rupa Rokoko menghasilkan seni lukis, seni hias, dan seni pahat.Seni rupa zaman modern
Setelah terjadi revolusi industri di Inggris dan Perancis, dampak kemajuan di bidang teknologi menimbulkan kepincangan-kepincangan sosial, politik, dan ekonomi. Akibatnya banyak seniman yang mulai melakukan pem-berontakan di bidang seni, yang ditandai dengan timbuLnya berbagai macam aliran dalam seni rupa. Berbagai macam aliran tersebut, di antaranya sebagai berikut.
a. Aliran klasikisme dan aliran neo klasikisme
Aliran klasikisme lebih banyak menjurus ke seni bangunan dan seni hias, akibat pengaruh dari gaya seni Yunani dan Romawi. Sedangkan aliran neo klasikisme merupakan kelanjutan dari aliran klasikisme dengan gaya yang lebih bebas.
b. Aliran romantisme, realisme, dan naturalisme
Ciri dari lukisan romantisme adalah menampilkan adegan yang dramatis. Tahap berikutnya muncul aliran realisme sebagai reaksi atas aliran romantisme yang penuh ilusi. Seniman realis ini menghendaki penciptaan karya seni rupa sesuai aslinya. Lukisan realis serupa dengan naturalis, hanya saja lukisan aliran naturalis lebih banyak mengambil objek keindahan alam. Tokoh tersohor dari aliran naturalis-realis ialah Leonardo Da Vinci dan Rembrandt.
c. Aliran impresionisme dan aliran neo-impresionisme
Para pelukis aliran impresionisme lebih mengutamakan kesan pencahayaan yang dibuat secara spontan dan singkat. Selanjutnya muncul gaya neo-impresionisme sebagai protes terhadap gaya impresionis yang melukis pencahayaan apa adanya.
d. Aliran ekspresionisme, surealisme, dan abstraksisme
Aliran ekspresionisme berusaha mengedepankan ekspresi jiwa, perasaan, dan emosi. Sedangkan aliran surealisme menggambarkan keadaan alam bawah sadar dan fantasi. Aliran abstrak memiliki ciri mem-bebaskan diri dari bentuk-bentuk figuratif (nyata), dan lebih mengutamakan komposisi vvarna, garis, bidang, atau unsur-unsur lainnya.
e. Aliran pop art dan aliran seni kontemporer
Pop art adalah salah satu aliran seni modem abad ke-20. Aliran ini menentang aliran seni abstrak, ekspresionisme, dan surealisme yang sulit dimengerti. Kemajuan teknologi mengakibatkan seni mpa konvensional (seni lukis, patung, arsitektur) bergeser ke arah seni mesin (machinal art). Pelaku seni kontemporer tidak lagi terikat aturan-aturan seni lama. Mereka bebas berekspresi menciptakan gaya, media, dan teknik berkarya seni baru.
