Mengidentifikasi Jenis Karya Teater Tradisional dan Modern

 Mengidentifikasi Jenis Karya Teater Tradisional dan Modern

Jenis Karya Teater di Indonesia

Bagaimana pemahamanmu terhadap seni teater, sudah meningkatkah? Mudah-mudahan saja sekarang kamu dapat mengapresiasi dan mengekspresikan diri dalam seni teater. Sebagaimana telah kamu pahami sebelumnya bahwa senia teater di Indonesia terdapat dua jenis, yaitu seni tetaer tradisional dan teater nontradisional (modern).
Masih ingatkah kamu bagaimana perbedaan di anatara keduanya? Seni teater tradisional masih terikat pada aturan tradisi daerah masing masing, misalnya kostum, panggung, jalinan lakon, dan jumlah pemainnya. Sementara itu, seni teater nontradisional (modern) sudah melepaskan diri dari ikatan tersebut.
Selain itu, yang menjadi perbedaan di antara keduanya adalah penggunaan naskah drama. Jika seni teater tradisional belum menggunakan naskah drama (cerita disampaikan secara langsung oleh sutradara), seni teater modern meng­gunakan naskah drama. Naskah drama yang digunakannya bervariasi, ada hasil tulisan sendiri ataupun berupa naskah terjemahan.
Secara lebih jelas, berikut disajikan perbedaan seni teater tradisional dan modern. 

Teater tradisional 
  1. Terikat tradisi (kostum, panggung, jalinan lakon, jumlah pemain, dll.) 
  2. Tidak mengenal naskah tulis.
Teater modern
  1. Sudah melepaskan diri dari ikatan tradisi 
  2. Mengenal dan menggunakan naskah tulis
Teater modern ini muncul karena dorongan untuk melepaskan diri dari berbagai kaidah yang mengikatnya. Dalam perkembangannya, seni teater modern ini mengalami metamorfosis dalam berbagai hal. Salah satunya adalah munculnya berbagai naskah saduran dan terjemahan yang digunakan untuk pementasan. Keinginan ini diwujudkan oleh para tokoh teater dengah mengadakan pelatihan dan pembinaan terhadap generasi penerusnya, seperti Teguh Karya yang membina grup teater Populer, W.S. Rendra dengan grup teater Rendra, N. Riantriarno dengan grup teater Koma, dan Budi S. Otong dengan grup teater SAE, Dindon W.S. dengan grup teater Kubur, Putu Wijaya dengan grup teater Mandiri, Arifin C. Noer dengan teater Kecil, dan Butet Kertarejasa dengan teater Gandrik.  

Mengidentifikasi Jenis Teater Mancanegara

Seiring dengan perkembangannya, seni teater di mancanegara juga meng­alami berbagai perubahan. Seni teater yang bermula dari tradisional, kini mulai bergeser ke modern. Perubahan itu diperlihatkan di berbagai negara di Asia, seperti Cina, Jepang, Thailand, dan India.

a. Cina

Sama halnya dengan di Indonesia, seni teater tradisonal maupun modern tumbuh subur di Cina. Hal ini dapat dilihat dari berbagai teater tradisional yang muncul di daerah Tiongkok seperti opera Huang Mei, Opera Kunjun, dan Opera Yu Ju, dan Opera Peking. Berikut ini uraian mengenai opera tersebut.

1)  Opera Huang Mei  

Opera Huang Mei yang bernama asli "Melodi Huang Mei" atau "Opera Cai Cha" merupakan sejenis opera kecil di kalangan rakyat yang terbentuk di daerah perbatasan provinsi-provinsi Anhui, Hubei dan Jiangxi. Salah satu alirannya kemudian menyebar luas ke daerah An Qing dengan Kabupaten Huai Ning. Dalam perkembangannya, Opera ruang Mei berpadu dengan seni kalangan rakyat setempat, seperti menyanyi dan bercerita dengan bahasa setempat. Akhirnya terbentuklah ciri khas pribadi.

lnilah asal mula Opera Huang Mei. Pertunjukan Opera Huang Mei pada masa awal mengutamakan cm khas menyanyi sambil menari. Pemainnya kebanyakan adalah kaum tani dan pekerja kerajinan tangan. lsi Opera Huang Mei terutama mencentakan kehidupan sehari-hari dengan gaya lagu kalangan rakyat.

2) Opera Kun Ju

Dalam proses perubahan sejarah, Opera Kun Ju pernah diberi berbagai nama seperti "Nada Kun Shan", "lrama Kun Diao", "Melodi Kun Qu" dan "Melodi Selatan". Yang dimaksud Opera Kun Ju adalah sejenis opera yang mengutamakan seni penampilan. 

Masa kemakmuran Opera Kun Ju berlang­sung selama 230 tahun. Perkembangan Opera Kun Ju mencerminkan pertumbuhan opera di Tiongkok dan mempunyai pengaruh langsung terhadap pembentukan dan perkembangan opera-opera lainnya di Tiongkok.

3) Opera Yu Ju

Opera Yu Ju disebut juga sebagai "Henan Bangzi". Sebutan Opera Yu Ju mulai dipakai sejak berdirinya Republik Rakyat Tiongkok. Opera Yu Ju yang merupakan salah satu opera yang paling berpengaruh sangat popular di provinsi dan daerah seperti Hen an, Hebei, Shandong, Shanxi, Hubei, Ningxia, Qinghai dan Xinjiang.
Opera Yu Ju timbul pada akhir masa Dinasti  Ming (1368-1644) dan masa awal Dinasti Qing (1616-1911). Pada awalnya, Opera Yu Ju meng­utamakan nyanyian tanpa diiringi permaman instrumen musik. Perkembangannya cepat  karena digemari umum. 

Opera Yu atau opera Henan terutama diiringi oleh alat-alat musik sebagai berikut. 
a) Erhu, semacam rebab Tiongkok berdawai dua.
b) Sanxian, semacam alat musik petik berdawai tiga.
c) Pipa, semacam alat musik petik tadisional Tiongkok, seruling bambu.
d) Sheng, sejenis alat musik tiup yang dibuat dan p1pa-p1pa buluh.
e) suona, semacam terompet tradisional Tiongkok. Matranya menurut kecrek serta berirama cepat dan riang.

Opera Yu Ju selalu mengutamakan nyanyian. lrama nyanyinya diatur menurut jalan cerita opera sehingga dapat memperlihatkan daya pikat seni yang khas. Gaya opera Henan sangat bergairah, bebas dan kuat, pandai menciptakn adegan besar yang megah, memiliki daya penggerak emosi yang kuat, cm kedaerahnnya sangat kental, wajar dan bersahaJa, dekat dengan kehidupan masyarakat, memiliki irama yang terang, konflik yang tajam, cerita yang lengkap, dan watak tokoh yang terang.

Sampai sekarang, opera Yu Ju masih digemari banyak masyarakat. Namun perkembangannya juga menghadapi masalah yang serius, antara lain berkurangnya minat penonton, paceklik tenaga kreasi termasuk para pemain, kesenjangan yang lebar antara mutu budaya dan seni para artis dengan kebutuhan zaman, serta kurangnya pengarahan teoretis bagi cm dan arah perkembangan opera. Hal tersebut menghambat kelangsungan pementasan sehingga penerusan dan reformasi kurang terarah.

4) Opera Peking 

Opera peking ini sangat terkenal di Cina. Kepopuleran opera ini dapat dilihat dari sejarah munculnya opera ini. Opera Peking yang disebut sebagai Opera Timur adalah inti sari opera Tiongkok yang tulen. Dinamakan opera Peking karena terbentuk di kota tersebut (Beijing dulu dinamakan Peking).

Opera Peking sudah bersejarah 200 tahun lebih. Asal usulnya dapat ditelusuri pada beberapa opera daerah yang bersejarah lama, khususnya Huiban, opera daerah yang populer di Tiongkok Selatan pada abad ke-18. Pada tahun 1790, Huiban atau rombongan opera Anhui pertama kali datang ke Beijing untuk ambil bagian dalam pertunjukan perayaan hari ulang tahun kaisar. Kemudian disusul banyak Huiban yang berdatangan ke Beijing untuk mengadakan pertunjukkan. Huiban yang mengadakan pertunjukan keliling pandai menyerap lakon dan metode pertunjukkan jenis opera lain. Meskipun di Beijing terdapat banyak jenis opera, Huiban mencapai kemajuan pesat di bidang kesenian.
Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, opera Peking terbentuk melalui proses pembauran selama puluhan tahun, dan menjadi jenis opera yang terbesar di Tiongkok. Opera Peking adalah jenis opera nomor satu di Tiongkok yang memiliki paling banyak artis terkenal, paling banyak rombongan pertunjukan dan penonton, serta paling luas pengaruhnya.

0 Response to " Mengidentifikasi Jenis Karya Teater Tradisional dan Modern "

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.