Karya Seni Rupa, Kerajinan Keramik Cina, Apresiasi Seni Kriya, Mancanegara

Cina yang merupakan "ibukota” keramik di dunia, menghasilkan poci teh atau kopi dalam aneka bentuk dan motif. Salah satu tempat penghasil poci teh yang terkenal adalah Yixing di Provinsi Jiangsu, dekat kota pelabuhan terbesar, Shanghai, Cina. Pada masa lampau, masyarakat Yixing tidak pernah mengenal dunia luar, tetapi dalam penuangan model kaya akan ide atau gagasan.

Kerajinan Keramik Cina

Bahan untuk pembuatan poci keramik bermacam-macam. Ada yang ringan dengan bahan dasar dolomit dan porselen. Sementara, di Indonesia umumnya keramik dibuat dari tanah liat (clay). Bahan tanah liat ini mudah didapatkan di Indonesia dan hasilnya cukup keras sehingga tidak mudah pecah. Poci Yixing terkenal karena bahan dasarnya hanya terdapat di sana, yaitu tanah liat ungu (purple clay).

Tanah liat ini mengandung berbagai macam zat besi yang teroksidasi.

Tanah itu diambil dari gua dengan cara menggali dengan kedalaman 150-200 meter. Tanah liat di Yixing terdiri atas empat warna, yaitu ungu, merah/terakota, hiram, dan kuning yang berbentuk bongkahan keras. Bongkahan ini dibawa ke pabrik dan dijemur di tempat terbuka selama seminggu agar terkena sinar matahari atau air hujan sehingga hancur dan lunak. Selanjutnya, serpihan tanah liat tadi dimasukkan dalam mesin penghancur untuk dilumatkan dan dicampur air dingin, lalu dicetak berbentuk silinder. Adonan itu disimpan dalam gudang selama sepuluh hari sehingga bentuknya padat. Setelah itu, adonan dimasukkan ke mesin yang memiliki pipa untuk divakum agar lebih padat dan menyerap air. Saat keluar dari mesin, tanah liat sudah berupa adonan kotak-kotak seberat 20 kg. Adonan inilah yang menjadi bahan dasar untuk membuat poci. Proses yang dilakukan pembuat keramik di Indonesia tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. Perbedaannya hanyalah di Indonesia tidak dilakukan proses vakum.

Rangkuman Apresiasi Karya Seni Kriya Mancanegara


  1. Cina dikenal sebagai "ibukota" keramik di dunia. Selain karena pengrajinnya yang mahir juga karena tanah di Cina sangat bagus untuk pembuatan keramik. Ciri khas keramik Cina adalah cenderung lebih tipis, halus, bahannya lebih bagus, biasanya bermotifkan naga atau simbol-simbol tertentu yang banyak diyakini orang karena alasan fengshui-nya. Keunikan lain, produk Cina terkadang terlihat sama. Padahal jika diamati lebih dekat ternyata berbeda. Keramik Cina ada dua jenis, yakni keramik produksi Jingdczhcn dan produksi Guangzhou. Keramik Jingdezhcn relatif lebih banyak digemari konsumen karena lebih tipis, halus, dan unik model-modelnya.
  2. Selain Cina, keramik yang terkenal adalah keramik Gouda dari Belanda yang menarik karena keindahan warna dan bentuknya, keramik Majolica dari Inggris yang menarik karena warnanya yang cerah dan lembut, dan keramik Carlton Ware yang menampilkan bentuk menawan.
  3. Manik-manik sejak zaman lampau digunakan untuk perhiasan para wanita, seperti kalung dan gelang. Secara umum, bahan-bahan yang digunakan membuat manik-manik adalah kulit kerang, kayu, getah kayu, keramik, gerabah, lempung, tulang, batu, kaca, kamelian, akik, kuarsa, emas, dan logam. Bahan-bahan tersebut masih dapat dipilah-pilah, seperti batu terdiri atas kornelian, oniks, andesit, giok, dan kalsedon. Manik-manik dibuat dengan berbagai cara, tergantung jenis bahannya. Lubang manik-manik dibuat dengan bor dari dua arah pada pinggir manik-manik. Pembuatan manik-manik dari tanah liat dilakukan dengan melilitkan tanah pada kawat sehingga ketika kawat tersebut ditarik maka terbentuk pipa kecil dari tanah liat yang kemudian dipotong-potong dan dibakar. Manik-manik yang dibuat dari kaca diperoleh dengan membakar kaca hingga cair dan menuangkannya ke dalam cetakan. Cara lainnya adalah menusukkan sepotong kayu ke dalam cairan kaca dan memutarnya hingga kaca yang mulai mengeras merekat pada kayu. Bila kayu tersebut ditarik, maka akan menghasilkan lubang pada manik-manik.
  4. Teknik pembuatan keramik di mancanegara juga bermacam-macam. Secara umum, pembuatan keramik adalah dengan teknik pilin, cetak, dan roda putar. Adapun teknik hiasan dengan cara gores, cap, kuas, dan tempel. Bahan keramik ada tiga macam, yaitu tembikar, bahan batuan, dan porselen.
  5. Masyarakat Cina dan Jepang memiliki berbagai persamaan di bidang seni. Satu di antaranya ialah mereka memiliki hewan-hewan legendaris dalam kehidupan, seperti naga, singa, macan, kerbau, monyet, atau burung. Tidak mengherankan bila motif atau corak seni keramik dan batiknya banyak menggunakan hewan-hewan tersebut.
  6. Di Cina terdapat empat jenis sulaman tangan, yaitu sulaman Su dari Provinsi Jiangsu, sulaman Xiang dari Provinsi Hunan, sulaman Yuc dari Provinsi Guangdong, dan sulaman Shu dari Provinsi Sichuan. Masing-masing memiliki keunikan atau ciri khas tersendiri. Sulaman Su berwarna cerah dan bentuk sulaman yang dihasilkan kelihatan seperti objek yang sebenarnya. Sulaman Xiang penuh imajinasi dan bentuk sulaman banyak mengambil motif gunung, sungai, dan binatang. Sulaman Yue sebagian besar menampilkan pola bunga dan rumput. Sementara itu, sulaman Shu tekstur yang dihasilkan tampak lebih kasar, tetapi tidak mudah kusut.
  7. Alat yang digunakan dalam proses pembentukan keramik adalah roda putar. Alat ini berbentuk bundar dan terbuat dari coran semen dengan tulang besi. Bagian tengahnya sedikit cekung, pada bagian ini diletakkan kayu berbentuk bulat dan berfungsi sebagai landasan tanah liat pada waktu pembentukan. Bagian tengah dari roda putar tersebut diberi poros besi sebagai tonggak yang menghubungkan roda putar dengan lantai.
  8. Teknik menghias keramik dapat dilakukan pada waktu pembentukan di atas roda putar. Caranya, bagian tepian ditekan sehingga membentuk hiasan gelombang. Selain itu, proses menghias dapat juga dilakukan setelah produk setengah kering. Caranya dengan diukir, cetak-tempel, atau dicap.
  9. Teknik pengglasiran dilakukan beberapa cara, tergantung besar kecilnya produk. Barang berukuran kecil dengan cara dicelup pada cairan glasir, sedangkan produk ukuran sedang dan besar dengan cara disiram.
  10. Pembakaran menggunakan tungku yang panjang dan pada bagian belakang terletak cerobong asap. Bentuknya memanjang ke belakang, bagian belakang lebih tinggi agar pemanasan merata. Tungku inilah yang pada masa dulu dikenal dengan sebutan tungku naga.
  11. Salah satu tempat penghasil poci teh yang terkenal adalah Yixing di Provinsi Jiangsu, dekat kota pelabuhan terbesar, Shanghai, Cina. Poci Yixing terkenal karena bahan dasarnya hanya terdapat di sana, yaitu tanah liat ungu (purple clay).

0 Response to " Karya Seni Rupa, Kerajinan Keramik Cina, Apresiasi Seni Kriya, Mancanegara "

Post a Comment

Note: Only a member of this blog may post a comment.